Wednesday, 16 January 2013

Cara Tepat Merawat Handphone Android

Android, HP, Handphone, Harga

Hello semua, kali ini saya pengen share tentang Cara Tepat Merawat Handphone (HP) Android anda. Semakin hari semakin banyak orang yang menggunakan HP dengan OS Android. Namun, kebanyakan tidak tau cara merawat handphone mereka. Untuk itu, saya bagikan beberapa tips untuk merawat HP android anda..Cekidot

1. Memiliki akun Google
Android adalah sistem operasi milik Google, jadi Anda membutuhkan akun Google (atau Gmail) untuk menggunakan banyak fitur di smartphone Android Anda. Jika belum memilikinya, Anda bisa langsung membuatnya langsung di ponsel.

Saat pertama kali mengakses beberapa fitur yang terhubung dengan Google seperti Android Market, Anda akan langsung menemukan pilihan untuk membuat akun Gmail (email Google).

Proses pembuatan email cukup mudah; Anda hanya tinggal mengisi beberapa informasi data diri yang diminta serta nama akun beserta password pilihan Anda. Sedangkan jika Anda sudah memilikinya, cukup memasukkan nama akun (tanpa perlu embel-embel @gmail.com) dan password untuk mendaftarkan smartphone Anda dengan server Google.

2. Berlangganan data plan
Setelah terhubung ke server Google, smartphone Anda akan terus menerus menggunakan data untuk mencari update berbagai aplikasi termasuk Facebook dan email yang masuk. Ini tentu akan menguras pulsa sangat cepat dan banyak bahkan tanpa Anda sadari.

Solusinya, langganan paket internet yang disediakan operator Anda. Operator biasanya memberikan pilihan berdasarkan waktu (harian/mingguan/bulanan) dan besaran data. Untuk mudahnya ambil saja paket yang perbulan.

3. Unduh aplikasi dengan rating tinggi
Ratusan ribu aplikasi gratis di Android Market adalah salah satu daya tarik utama OS Android, tapi ingat bahwa tak semuanya cocok untuk smartphone dan kebutuhan Anda. Jadi, perhatikan rating yang terdapat di tiap aplikasi (ditunjukkan dengan logo bintang).

Semakin banyak bintang biasanya semakin bagus, meski beberapa pengguna "iseng" yang memberi rating rendah akan membuat bintangnya tidak sampai penuh. Selain itu baca juga ulasan pengguna yang sudah menggunakan aplikasi tersebut.

4. Underclock agar baterai irit
Sebenarnya lumrah jika smartphone Android boros dalam memakai daya baterai, namun hal ini bukan tak dapat diakali. Beberapa smartphone memiliki fitur underclock yang dapat langsung diakses dari menu, untuk menurunkan kecepatan prosesor. Misal sebelumnya berjalan di kecepatan 1Ghz, setelah di-underclock menjadi 800 Mhz.

Tak perlu khawatir ponsel akan berkurang drastis kinerjanya, karena saat Anda tidak sedang menjalankan aplikasi berat seperti bermain game atau menggunakan GPS, fitur yang satu ini merupakan jurus jitu untuk menghemat baterai.

5. Lindungi ponsel dari tangan jahil
Smartphone Android bisa dipastikan memiliki layar sentuh, sehingga Anda bisa menggunakan fungsi kunci layar dengan menggambar gestur (pola) tertentu ataupun dengan kata sandi untuk melindunginya dari tangan jahil.

Fitur ini bisa ditemukan di Pengaturan, submenu Lokasi & Pengaman, lalu pilih Tetapkan Kunci Layar. Di sini Anda bisa tentukan sendiri jenis pengamanan yang bisa Anda gunakan. Jika terasa kurang, Anda bisa mengunduh aplikasi pengamanan tambahan dari Android Market.

6. Kunjungi situs dan forum yang mengulas tentang ponsel merek Anda
Sering-seringlah mengunjungi situs atau forum yang membahas mengenai Android. Hampir setiap hari ada update baru, entah itu aplikasi maupun berbagai tips seputar ponsel Anda.

Beberapa situs atau forum juga kerap menjelaskan troubleshooting berbagai masalah yang kerap terjadi pada ponsel Android. Mengingat tiap merek memiliki ciri khas tersendiri, kami sarankan Anda mengunjungi forum yang ditujukan khusus bagi merek ponsel Android yang Anda miliki.

Nah, itu dia beberapa Tips cara tepat merawat handphone android kita. Semoga bermanfaat, jangan lupa Like, Tweet, dan komentar yah guys..Thanks ^_^

6 Spesifikasi yang Harus Diperhatikan saat Membeli Smartphone / Tablet Android

6 Spesifikasi yang Harus Diperhatikan saat Membeli Smartphone / Tablet Android

Jika kebetulan Anda sedang mencari cara terbaik untuk membeli smartphone Android, maka disini ada sedikit panduan bagi Anda sehingga Anda dapat membeli smartphone terbaik dengan harga yang terjangkau. Disini akan dibahas mengenai spesifikasi inti yang harus Anda fokus kan sebelum memutuskan untuk membeli smartphone / tablet. Mungkin banyak sekali kita telah bertanya tentang mana ponsel yang lebih baik, meskipun sulit untuk mengatakan mana yang lebih baik karena hampir setiap hari satu atau dua smartphone lainnya diluncurkan. Jadi, mari kita lanjutkan ke panduan membeli tablet / Smartphone dengan melihat  6 parameter utama yang harus Anda perhatikan sebelum membeli smartphone Android.

RAM (minimum 512MB, lebih tinggi lebih baik): Salah satu parameter yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin memiliki perangkat yang tidak menggantung adalah RAM. Minimal 1GB RAM diperlukan jika Anda menginginkan kinerja terbaik dari smartphone, hanya dalam kasus jika anggaran Anda rendah maka Anda dapat mencari beberapa ponsel pintar yang dioptimalkan dengan 512MB RAM. Sekarang beberapa smartphone bahkan didukung dengan 2GB RAM, seperti LG Nexus 4 dan juga ada beberapa varian Galaxy S3 yang memiliki RAM 2GB.

Processor (minimum adalah 1GHz, lebih tinggi lebih baik): Setelah RAM, hal kedua yang Anda butuhkan untuk dicari adalah Processor yang merupakan jantung smartphone. Sekarang, tren saat ini adalah prosesor Quad Core tapi masih cukup baik untuk membeli smartphone dengan Core prosesor tunggal minimal 1GHz, meskipun dengan Core yang lebih banyak, kinerja smartphone akan lebih baik. Anda juga harus memastikan bahwa kehadiran GPU akan lebih meningkatkan kinerja grafis karena akan membuat tanpilan game berjalan dengan lebih baik.

Garansi (minimum 1 tahun, atau dengan garansi diperpanjang): Waspadalah terhadap perangkat yang tidak memiliki jaminan atau dengan garansi terbatas, carilah perangkat yang memiliki Garansi minimal 1 tahun, juga jika dimungkinkan Anda mendapatkan pilihan Extended Warranty. Dengan perpanjangan garansi, Anda benar-benar dapat memiliki ketenangan pikiran, juga memastikan bahwa perpanjangan garansi yang diberikan oleh produsen dan bukan reseller.

Versi Android (minimum Android ICS versi 4.0, lebih tinggi lebih baik): Versi Android terbaru sampai artikel ini di tulis adalah versi 4.2.1 Jelly Bean, meskipun hanya tersedia untuk perangkat tertentu. Anda harus mencari perangkat yang berada minimal di versi firmware Android ICS 4.0. Meskipun ada ROM kustom yang tersedia, itu selalu lebih baik jika produsen keluar dengan versi firmware Android ICS 4.0.

Mencoba perangkat (Experience perangkat sebelum membeli): Sebelum memutuskan untuk membeli, Anda harus memastikan bahwa Anda telah memiliki pengalaman dengan mencoba perangkat yang Anda miliki. Dengan mencoba perangkat, Anda benar-benar dapat memeriksa kecerahan layar, pengalaman warna, antarmuka pengguna dan juga Anda dapat memeriksa kualitas dari perangkat tersebut.

Kamera (minimum 5MP, pilih perangkat dengan Kamera depan jika Anda sering melakukan Video Call): Perangkat harus memiliki minimal kamera 5MP dan juga memastikan bahwa ketika Anda mencoba perangkat pastikan memiliki semua fitur canggih seperti mode Panorama, Flash dll, karena Anda mungkin memerlukan fitur-fitur tersebut di masa depan. Jika Anda menyukai panggilan video, Anda bisa mencari perangkat yang memiliki kamera depan, sebaiknya mencari perangkat yang memiliki kualitas kamera depan yang lebih besar dari VGA.

Tuesday, 15 January 2013

Canon EOS 600D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi

Canon EOS 600D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi - dewa-android.blogspot.com. Selamat datang di informasi terbaru Abang Mufty yang selalu abdate informasi teknologi terbaru. Kali ini saya akan berbagi informasi mengenai  Canon EOS 600D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi. Mari ikuti informasinya lebih lanjut....


Canon EOS 600D Kit 18-55mm adalah kamera DSLR yang menawarkan fitur Full High Definition Movies, dengan 9 titik Auto Focus yang dapat membantu Anda mengambil foto dari posisi apapun, serta dilengkapi LCD 3 inch dan built-in flash.

Berikut Harga Canon EOS 600D Kit 18-55mm:


Untuk harga Canon EOS 60D Kit 18-55mm Berkisar RP 6.925.000 

Berikut Spesifikasi Canon EOS 600D Kit 18-55mm:

SKU CA189EL09JPQALID-6490
Model Kamera SLR
Ukuran (L x W x H cm) 10 x 13.3 x 8 cm
Berat (kg) 0.57 kg
Warna Hitam
Tipe EOS 600D
Ukuran Layar (in) 3.0
Megapiksel 18.0
Sistem Operasi Other
Fitur HD Recording|Image Stabilization|Wide Angle
Garansi produk 1 Tahun Garansi (Spare-part dan Servis)
Output Component Video|Composite Video|3.5mm jack|USB|HDMI
USB Port Ya
Resolusi Layar 230000 dot
Tipe Baterai Li-Ion
Format Foto RAW, JPEG
Ukuran File Foto 5184x3456
Format Video MOV
Video HD Ya
Resolusi Video 1920x1080
Focal Length 18-55 mm
Image Stabilization Ya
Range Aperture Lensa f/3.5-5.6
ISO Range 100 - 3200
Range Shutter Speed 30 - 1/4000 detik
Built in Flash Ya
Tipe Memory Card SD, SDHC, SDXC
HDMI Port Ya
Fitur Kamera Lainnya Live View
Tipe Layar LCD


Terimakasih Anda telah membaca informasi terbaru Abang Mufty mengenai Canon EOS 600D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi. Semoga info ini dapat bermanfaat serta dapat menambah wawasan Anda dalam bidang teknologi terbaru.   

Canon EOS 60D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi

Canon EOS 60D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi - dewa-android.blogspot.com. Selamat datang di informasi terbaru Abang Mufty yang selalu abdate informasi teknologi terbaru. Kali ini saya akan berbagi informasi mengenai  Canon EOS 60D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi. Mari ikuti informasinya lebih lanjut....


Dengan Canon EOS 60D DSLR, memberikan pengalaman terbaik bagi Anda penggemar fotografi untuk berkreativitas, dengan kualitas gambar yang lebih baik, lebih banyak fitur canggih, otomatis, dan teknologi untuk kemudahan penggunaan.

Berikut Harga Canon EOS 60D Kit 18-55mm: 

Untuk harga Canon EOS 60D Kit 18-55mm Berkisar RP 9.295.000


Berikut Spesifikasi Canon EOS 60D Kit 18-55mm:
 
SKU CA189EL42IJPALID-5657
Model Kamera SLR
Ukuran (L x W x H cm) 14.5 x 10.6 x 7.9 cm
Berat (kg) 0.755 kg
Warna Hitam
Tipe EOS 60D
Ukuran Layar (in) 3.0
Megapiksel 18.0
Fitur HD Recording|Image Stabilization|Wide Angle
Garansi produk 1 Tahun Garansi (Spare-part dan Servis)
Output Component Video|Composite Video|3.5mm jack|USB|HDMI
USB Port Ya
Resolusi Layar 1040000 do
Tipe Baterai Li-Ion
Format Foto JPEG/RAW
Ukuran File Foto 5184x3456
Format Video MOV
Video HD Ya
Resolusi Video 1920x1080
Focal Length 18-55 mm
Image Stabilization Ya
Range Aperture Lensa f/3.5-5.6
ISO Range 100 - 3200
Range Shutter Speed 30 - 1/8000 detik
Tipe Memory Card SD/SDHC/SDXC
HDMI Port Ya
Fitur Kamera Lainnya Live View
Tipe Layar LCD


Terimakasih Anda telah membaca informasi terbaru Abang Mufty mengenai Canon EOS 60D Kit 18-55mm Harga dan Spesifikasi. Semoga info ini dapat bermanfaat serta dapat menambah wawasan Anda dalam bidang teknologi terbaru.   




















































Mito t970 Tablet Book, Tablet 9 Inci dilengkapi Docking Keyboard dan TV Analog

Mito Tablet Book, Tablet 9 Inci dilengkapi Docking Keyboard dan TV Analog

Mito T970 Tablet Book merupakan produk terbaru dari Mito dengan spesifikasi yang cukup unik, tablet ini dilengkapi cover tambahan yang menyatu dengan keyboard eksternal seperti pada tablet Surface besutan Microsoft. Selain itu, tablet ini juga memiliki layar yang cukup lapang sebesar 9 inci, Android 4.0 Ice Cream Sandwich, prosesor 1GHz, RAM 512 Mb, serta TV analog.

Mito T970 Tablet Book dapat digunakan untuk menelepon seperti pada ponsel dengan kemampuan dual gsm. Untuk konektifitas internet dapat menggunakan jaringan GPRS/EDGE dan WiFi.

Pada sisi kamera, Mito T970 dilengkapi dengan kamera belakang 2MP dan kamera depan 0.3MP. Sayangnya, pada bagian layar masih menggunakan layar sentuh jenis resistiv dimana touchscreen jenis ini kurang peka terhadap sentuhan.


Spesifikasi Mito T970 Tablet Book

Jaringan: Dual GSM
Prosesor : 1Ghz
Layar : 9 inci WVGA resistive touchscreen
OS : Android 4.0 Ice Crea sandwich
Memori : ROM 4GB, RAM 512 MB
Kamera: Kamera depan 0,3 Mp, Kamera belakang 2Mp
Konektifitas : GSM/EDGE/WIFI
Baterai : 2700 mAh
TV Tuner : Analog
Harga : 1.5 jt - 2 jt


ACER Iconia B1 Tablet murah dengan prosesor dual core 1,2GHz

Jika Anda sedang mencari tablet Android dengan spesifikasi bagus dengan harga terjangkau, maka Acer Iconia B1 -A71 dapat menjadi pilihan. Tablet Acer Iconia telah diluncurkan di ajang CES 2013, Las Vegas yang dilengkapi banyak fitur, baik itu untuk membaca e-book, untuk browsing web atau untuk bermain game atau menonton video, dengan tablet ini dapat melakukan hampir segalanya.

ACER Iconia B1 Tablet murah dengan prosesor dual core 1,2GHz

Spesifikasi Acer Iconia B1

Layar Capacitive 7 inci

Resolusi 1024 x 600
Processor 1.2GHz Dual Core Processor MTK 8317T
RAM 512MB DDR3
Memori internal 8GB
3.5mm headset jack, speaker internal
Slot micro sd card hingga 32GB, Wi Fi, Bluetooth 4.0
Kamera depan 0.3MP
Baterai 2.710 mAh
Berat 320gram
Harga $ 150


Meskipun perangkat ini tidak dilengkapi dengan kamera belakang, namun masih ada kamera depan untuk video calling. Perangkat ini dijual dengan harga $ 150 dan dapat dibeli di toko-toko ritel, meskipun rincian tepat dari ketersediaan belum tersedia. Perangkat ini baru saja diumumkan di CES 2013.

Sunday, 13 January 2013

Cerita Nyata Yang sangat Sedih dan Mengharukan (Cewek Wajib Baca di jamin nangis)



Cerita sedih, wanita, menangis, nyata

”Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus”

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!.

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Itulah Cerita Nyata Yang sangat Sedih dan Mengharukan,
Semoga peristiwa ini bisa membuat kita belajar bersyukur dengan apa yang kita miliki,sebab :
Apa yang kita harapkan belum tentu kita dapatkan dan
apa yang kita dapatkan belum tentu itu yang kita harapkan ,
Tapi Percayalah Tuhan pasti memberikan Kita yang terbaik
(untuk/menurut kita dan untuk/menurut orang-orang yg kita cintai)