Wednesday, 11 July 2012

Archos ELEMENTS 97 Carbon Tablet Android ICS Harga Terjangkau

Archos baru saja memperkenalkan jajaran produk tablet Android entry-level dalam seri ELEMENTS. Model pertama dari seri ini bernama Archos 97 Carbon dengan layar berukuran 9.7 inci di mana rencananya akan disusul oleh tipe layar 7 dan 8 inci. Tablet ini sudah menjalankan OS Android 4 ICS dengan prosesor 1 Ghz dan RAM 1GB dan sudah mampu memainkan video FULL HD.



Layar ini mendukung multitouch 5 poin dan menampilkan resolusi 1024x768px. Tak ketinggalan ada kamera belakang 2Mp dan 0.3 Mp di bagian depan. Untuk konektivitas ada output HDMI, WIFI, dan port USB 2.0. Kapasitas memori internal sebesar 16 GB cukup memadai untuk berbagai kebutuhan dan kita masih bisa menambah kapasitas dengan microSD/SDHC card sampai 32 GB.

Yang cukup menarik dari tablet ini adalah bodinya yang terhitung tipis hanya sekitar 11mm dan dengan finishing aluminium. Tablet Archos 97 Carbon seri ELEMENTS ini akan dipasarkan mulai bulan Juli 2012 dengan harga 249.99 USD atau 2 jutaan rupiah lebih.

Saturday, 7 July 2012

Mengenal Dalvik dan Filesystem Android Lebih Dalam

Android merupakan Sistem Operasi dari Google yang ditujukan untuk perangkat Mobile seperti Ponsel atau Tablet. Android berjalan pada prosesor dengan arsitektur ARM, MIPS dan pada versi terbaru 4.1 (jelly Bean) Android juga telah mendukung arsitektur x86 dari Intel.



Android berjalan pada kernel Linux dengan menggunakan berbagai macam library. Android ditulis dengan menggunakan bahasa C, Aplikasinya berjalan pada application framework yang dibangun dengan menggunakan Java dengan memanfaatkan Apache Harmony sebagai compatible java library-nya.

Semua aplikasi Android berjalan pada virtual machine yang bernama Dalvik, dimana dalvik inilah yang bertugas untuk melakukan penterjemahan Java Bytecode menjadi Dalvik Dex Code (Dalvik-executable).

Dalvik

Dalvik merupakan virtual machine yang menjadi layer/lapisan antara aplikasi dan sistem operasi. Dimana di dalam file aplikasi yang memiliki ekstensi .apk terdapat beberapa tipe file, diantaranya resource, assets, xml dan dex. Nah file dex ini lah yang asalnya diprogram dengan menggunakan bahasa Java. File dex ini akan dijalankan oleh Dalvik Virtual Machine untuk melakukan berbagai macam aktifitas, mulai dari menampilkan User Interface, akses Internet, menjalankan audio, memanggil kamera, dan sebagainya. Semua akses yang dilakukan oleh aplikasi tersebut harus melalui Dalvik Virtual Machine terlebih dahulu.



Jadi boleh dikatakan kalau file dengan ekstensi .dex tersebut adalah file executable untuk Android, yang bila kita berbicara tentang sistem operasi windows, maka file .dex sama seperti file .exe pada windows.

Dalvik Cache
File .apk sebenarnya merupakan file arsip dengan format zip yang dirubah namanya. Seperti Kita ketahui, untuk mengakses kontent/file yang berada pada file zip, Kita harus melakukan unzip terlebih dahulu, Hal ini akan menyebabkan waktu untuk mengakses data di dalamnya menjadi lama, karena itu Dalvik memiliki fasilitas untuk melakukan cache, dimana file .dex yang berada dalam .apk tersebut akan di-unzip dan disimpan dalam direktori dalvik-cache yang biasanya berlokasi di "/data/dalvik-cache".

Proses unzip file .dex tersebut akan dilakukan ketika user melakukan instalasi aplikasi yang dimaksud. Sehingga ketika user membuka aplikasi tersebut, sistem tidak akan mengakses data .dex pada file .apk, tapi akan langsung mengaksesnya di dalam dalvik-cache.

Filesystem

Android bersandar pada kernel Linux, jadi struktur file yang digunakan juga sama persis dengan apa yang ada pada linux, tapi mungkin para pengguna Android tidak menyadarinya. Seperti halnya linux, root directory berada pada "/", semua filesystem/partisi di mount pada sebuah direktori. Berikut adalah beberapa filesystem yang umumnya dimiliki dalam sistem operasi ini:

Root
System
Data
Boot
SDCard
SD-Ext
Dev, Tmp, Proc
Root
Mount Point: /
Device: Linux Kernel, RAM

Layaknya linux, semua filesystem akan berada di dalam Root. Tidak seperti Windows yang memilah-milahnya ke dalam drive. Dalam linux semua device dapat diakses melalui filesystem dan menggunakan sistem stream, baik itu penyimpanan, display, ataupun input dan output device.

System
Mount Point: /system
Device: Internal Memory

Partisi ini berisi file-file system, dimana file-file sistem operasi Android dan aplikasi-aplikasi bawaannya disimpan. Partisi system ini selalu disimpan dalam Internal Storage ( storage pada ponsel ), dan tidak dapat diubah isinya kecuali telah dilakukan rooting. Berikut adalah beberapa file-file yang berada pada partisi ini:

- /system/app - Dalam direktori ini terdapat file-file .apk untuk aplikasi system, seperti Phone Dialer, Launcher, IME/Keyboard, Mail, SMS, Settings, dsb.
- /system/frameworks - Dalam direktori ini terdapat file-file frameworks dengan ekstensi .jar yang menyimpan fungsi-fungsi java yang diakses oleh aplikasi android, baik itu aplikasi system atau aplikasi yang diinstall oleh user.
- /system/libs - Direktori ini berisi library-library dan library kernel yang ditulis dengan menggunakan bahasa C (Native), dan memiliki ekstensi .so. Android juga mendukung pembangunan aplikasi dengan menggunakan bahasa C (Native) dengan menggunakan Android NDK (Native Development Kit), dan mendukung library-library C seperti layaknya linux. hanya saja dukungannya lebih minimalis, dimana libc yang digunakan adalah libc bionic yang telah dimodifikasi agar lebih minimalis. Tapi sebenarnya kita masih bisa memanfaatkan Glibc untuk berjalan pada Linux ini, hanya harus dilakukan compile sendiri.
- /system/bin, /system/xbin - Merupakan direktori yang berisi file-file executable berbasis linux, bila .dex akan berjalan pada dalvik-cache, file-file di dalam direktori ini akan berjalan langsung di atas kernel linux. Linux pada Android mendukung perintah-perintah dasar yang biasa digunakan pada shell di linux, seperti ls, mv, cp, cat, df, dsb. Perbedaanya, bila di linux semua perintah tersebut merupakan satu executable tersendiri, sedangkan pada linux semua perintah tersebut dikerjakan oleh satu executable yang bernama busybox.
- /system/etc - Direktori ini berisi file-file konfigurasi system dan konfigurasi driver, mulai dari setting gps, wifi networking, database apn, sampai pengaturan volume untuk audio.
- /system/customize, /system/fonts, /system/media, /system/usr - Semua direktori ini berisi file-file untuk kustomisasi sistem, seperti gambar animasi boot, huruf untuk tampilan, wallpaper, ringtone dan audio bawaan, juga beberapa layout keyboard dan lokalisasi bahasa.

Data
Mount Point: /data
Device: Internal Memory

Berbeda dengan system. Partisi data ini merupakan partisi untuk menyimpan data-data yang selalu berubah-ubah. Semua aplikasi yang diinstal oleh user akan disimpan pada partisi ini. Ketika pengguna melakukan wipe data ( reset to factory ), partisi ini akan di format, sehingga data-data aplikasi yang diinstall, kontak, data sms, dan sebagainya akan hilang. Tapi sistem masih tetap bisa berjalan dikarenakan wipe data tidak akan menghapus partisi system.

Berikut adalah beberapa direktori yang berada pada partisi data ini:

- /data/app - Berisi file-file .apk dari aplikasi-aplikasi yang diinstall, baik itu dari market atau dari aplikasi yang diinstall secara manual.
- /data/data - Berisi file-file data aplikasi, baik itu aplikasi system ataupun yang diinstall oleh user. Isi direktori ini memuat berbagai macam data yang disimpan oleh aplikasi, seperti save game, database (sqlite), juga file-file assets dan resource dari aplikasi tersebut. Direktori inilah yang biasanya membesar dan bila Kita menginstall banyak aplikasi, maka Low Disk Space biasanya muncul dikarenakan isi direktori ini sudah terlalu besar.
- /data/dalvik-cache - Merupakan tempat penyimpanan file-file .dex untuk dijalankan secara langsung oleh dalvik virtual machine.

Boot
Mount Point: /boot
Device: Internal Memory

Partisi ini memuat Kernel Linux dan merupakan partisi awal yang akan menerima sinyal booting dari device. Kernel inilah yang secara langsung mengakses hardware pada device kita.

SDCard
Mount Point: /sdcard, /mnt/sdcard
Device: MMC / External Storage
Layout: FAT32

Berbeda dengan partisi-partisi lainnya. Partisi ini adalah area bebas, dimana kita dapat melakukan perubahan sesuai dengan keinginan. Kita dapat menyimpan lagu, foto, dan video di dalamnya, kita juga dapat menggunakannya untuk penyimpanan backup data, dan dapat juga digunakan sebagai USB drive.

SD-EXT
Mount Point: /sd-ext
Device: MMC / External Storage
Layout: EXT2, EXT3, EXT4

Merupakan modifikasi yang biasanya dilakukan pada Custom ROM, dimana bila Internal Memory tidak mencukupi untuk memuat data-data penting sistem, maka dilakukanlah pem-partisi-an pada memory card kita. Dimana memory card kita akan dibagi menjadi 2 partisi, partisi pertama berformat FAT32 yang akan dijadikan sebagai /sdcard, dan partisi kedua berformat EXT(x).

Inilah hebatnya Linux dan Android, dimana device yang memiliki umur yang tua yang tidak dapat lagi memuat sistem Android yang semakin hari semakin berukuran besar dan tidak dapat dimuat di dalam Internal Memory yang memiliki keterbatasan ukuran, dapat tetap mengikuti perkembangan zaman .

SD-EXT ini memanfaatkan fasilitas Symlink yang didukung oleh Linux, dimana kita dapat melakukan symbolic link ( memetakan ) suatu file atau direktori dari satu partisi menuju partisi lainnya. Contohnya, kita memiliki direktori /sd-ext/app_s pada SD-EXT, dan lazimnya semua aplikasi sistem disimpan dalam /system/app, maka kita dapat melakukan symlink dari /sd-ext/app_s menuju /system/app, sehingga ketika sistem mengakses file/direktori dari /system/app sistem akan membaca file/direktori itu dari /sd-ext/app_s. Cerdik bukan?. Beberapa pengembangan SD-EXT ini telah dilakukan oleh beberapa developer dan custom-ROM chef, seperti app2sd, data2sd, ad2sdx. Dimana mod-mod tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memanipulasi filesystem yang terbatas agar dapat memanfaatkan penyimpanan data system di dalam External Memory.

Dev, Tmp, Proc
Mount Point: /dev, /tmp, /proc
Device: Linux Kernel, RAM

Direktori-direktori tersebut bukanlah merupakan Storage, tapi merupakan virtual. dimana /dev merupakan direktori yang memuat semua stream hardware, /tmp merupakan penyimpanan temporary pada ram, dan /proc merupakan direktori untuk menyimpan informasi proses yang berjalan.

Seperti halnya linux pada PC, semua akses aplikasi menuju hardware dapat dilakukan dengan mengakses stream pada /dev, seperti halnya kita mengakses file biasa. Kita dapat mengakses framebuffer display secara langsung pada file /dev/graphics/fb0, atau mengakses input device secara langsung pada /dev/input. Sistem Android mengakses hardware melalui /dev ini, dimana /dev ini lah yang diatur oleh Kernel Linux.

Kita juga dapat mengetahui ID suatu proses dan proses apa saja yang sedang berjalan pada direktori /proc. dan dapat juga menyimpan file temporary pada direktori /tmp untuk dilakukan proses selanjutnya.

Hanya saja direktori-direktori ini hanya dapat diakses bila Anda memiliki permission root.

Hal Lain yang Lebih Hebat
Bila kita tahu bahwa Android berjalan pada Linux Kernel, maka mungkin terbesit di pikiran kita, apakah mungkin untuk menjalankan aplikasi-aplikasi linux di dalam Android?.

Tentu saja mungkin, bahkan bisa dibilang bisa. bila Kita mau melakukan compile pada source code program yang ingin kita jalankan, maka semuanya mungkin. Beberapa contoh yang telah sukses diantaranya menjalankan lighttpd+php pada Android ( Webserver di Ponsel Kita?  , bukan hayalan ), SSH Server, mc, Atau bahkan X-Server dengan GUI Gnome dan Aplikasi-aplikasinya. Silahkan search di Google...

Apa Benar Mungkin? Ya, Bukan hanya mungkin, Hal ini telah diimplementasikan oleh para developer terutama developer dari XDA-Developers. Walaupun Android hanya mendukung libc minimalis yang mengimplementasikan bionic, tapi GLibc ( Libc lengkap berlisensi GNU ) telah bertebaran di internet dan siap untuk digunakan.



Android merupakan sistem operasi untuk device yang sangat powerful, dimana kompatibilitasnya sangat tinggi dan yang lebih mengagumkan, kita dapat melakukan kustomisasi yang tak pernah habis untuk ponsel kita ( hanya perlu kemauan dan keberanian ).

Semoga informasi singkat ini dapat berguna untuk para pengguna Android.



Thursday, 5 July 2012

Malware Android Akan Semakin Ganas di Akhir Tahun Ini

Perusahaan keamanan dan antivirus, Trend Micro mengatakan bahwa ancaman serangan malware untuk sistem operasi mobile Android akan semakin meningkat akhir tahun ini. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa Android menjadi sasaran serangan malware? Jawabnya sederhana, karena Android merupakan sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan saat ini.



Seperti halnya fenomena yang sama terjadi di dunia komputer dimana Windows yang merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan ini menjadi sasaran utama serangan malware dan virus. Menurut Trend Micro, serangan malware sistem operasi Android telah meningkat ke tingkat yang mengkhawatirkan dan mungkin membahayakan bagi penggunanya.

Trend Micro telah menemukan lebih dari 5.000 aplikasi jahat yang dirancang untuk menyerang Android dan angka ini meningkat secara signifikan menjadi sekitar 20.000 dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan perusahaan keamanan ini juga memperkirakan bahwa pada kuartal ketiga mendatang, jumlah malware Android akan tumbuh menjadi 38.000 pada kuartal ketiga dan 130.000 malware pada akhir tahun 2012 nanti.

Jika perkiraan Trend Micro ini benar, maka pengguna sistem operasi Android harus mempersiapkan diri untuk menghadapi wabah serangan malware akhir tahun nanti dengan menginstal anti virus. Pembuat malware Android ini juga memanfaatkan Google Play Store untuk mendistribusikan aplikasi jahatnya untuk mencuri data-data dan melanggar privasi pengguna.

Google tampaknya harus mulai memperketat pengawasan perangkat lunak apa saja yang masuk ke toko aplikasi Google Play Store. Ketidakmampuan Google untuk menumpas malware di Play Store ini akan memperburuk reputasi Google.

Seperti yang dikutip dari CNET, Trend Micro juga mengatakan bahwa lebih dari 700.000 aplikasi berbahaya telah didownload pengguna Android dari Google Play Store sebelum aplikasi berbahaya tersebut dihapus oleh Google.

Tampaknya popularitas Android yang menguasai lebih dari 50% pasar smartphone menyebabkan sistem operasi ini menjadi sasaran menarik bagi pembuat aplikasi jahat.

Empat Antivirus Terbaik Untuk Ponsel Android Anda


Apakah anda menyadari jika antivirus merupakan fitur penting yang harus ada dalam ponsel Android anda? Ada jutaan orang di seluruh dunia yang menjadi korban dari berbagai macam program berbahaya seperti Trojan, adwares dan spywares yang dapat mempengaruhi fungsi ponsel secara signifikan. Jika ponsel ini sarat dengan aplikasi atau software antivirus terbaik, maka situasi seperti ini dapat dicegah dari terjadi lagi. Beberapa situs besar dan terkemuka memberikan layanan perangkat lunak antivirus gratis di mana pengguna dapat melindungi ponsel mereka dengan mudah.

Kaspersky Mobile Security

Kaspersky mobile security adalah software antivirus yang paling populer ketika datang untuk mengamankan semua data pribadi di ponsel Android anda, apakah itu terhindar dari program berbahaya atau jika ponsel anda jatuh ke tangan orang-orang yang tidak sah. Jika ponsel anda hilang atau anda tidak sengaja meninggalkan ponsel, kaspersky mobile memastikan bahwa data anda akan terlindungi. Fitur anti-spam dari software ini akan memungkinkan anda untuk mendapatkan panggilan dan SMS dari orang-orang yang berwenang.

Kaspersky mobile security khususnya menyediakan berbagai macam perlindungan, yaitu:
Perlindungan privasi
Anti-pencurian
Anti-spam
Perlindungan antivirus dan firewall


AVG Antivirus

AVG Antivirus yang sarat dengan fitur keamanan mobile yang terbaik dan benar-benar berguna yang dapat menjaga semua data pribadi anda. Ini tersedia secara gratis dan menyediakan scan menyeluruh dari semua aplikasi, email dan SMS yang merupakan bagian integral dari setiap ponsel Android.

Beberapa fitur keamanan penting perangkat lunak AVG memberikan perlindungan antivirus adalah sebagai berikut:
Real-time scanner AV
Task killer
Menghapus perangkat lokal
Backup asisten
Aplikasi loker
Telepon locator

Lookout Security
Lookout Security dan Antivirus telah mendapat beberapa fitur keamanan yang luar biasa yang sangat populer di kalangan sebagian besar pengguna ponsel Android. Juga memblok beberapa program jahat seperti trojan horse, spywares dan virus sehingga data penting tidak masuk ke tangan yang salah. Hal terbaik adalah bahwa anda dapat cukup nyaman menjadwalkan prosedur pemindaian atas dasar harian, mingguan atau bulanan. Seorang individu dapat men-download antivirus ini dengan gratis di situs web-nya.

Fitur terbaik dari perlindungan Lookout antivirus adalah:
Data cadangan dan memulihkan
Telepon locator
Pra-scanning aplikasi sebelum atau sedang didownload

Dr Web Anti-virus Light
Dr Web Anti-virus Light merupakan antivirus ringan yang hanya berkonsentrasi pada penyediaan perlindungan terbaik terhadap Android dari berbagai jenis virus dan ancaman lainnya. Ini tidak hanya menawarkan laporan rinci atau juga statistik dari operasi antivirus, tetapi juga memastikan bahwa hal itu tidak mempengaruhi masa pakai baterai ponsel. Sebuah fitur unik dari Dr Web Anti-virus adalah bahwa ia datang dilengkapi dengan algoritma  yang dikenal sebagai 'Tracing untuk Android'. Peran utama dari algoritma ini adalah mendeteksi jenis virus baru yang khusus dirancang untuk ponsel Android.

Oleh karena itu, anda mungkin telah menjadi sangat akrab dengan berbagai jenis dari program antivirus untuk Android. Jadi, apa yang anda tunggu, memanfaatkan fasilitas download antivirus gratis......


Google Now, Aplikasi Asisten Mirip Apple Siri Di Android


Google benar-benar memanfaatkan momen di ajang Google I/O Conference dengan melakukan ‘show of force’ jajaran produk seperi Google Nexus 7, Nexus Q, Android 4.1 Jelly Bean dan Google Glass.


Bersama dengan munculnya Android 4.1 Jelly Bean, Google memperkenalkan sebuah fitur baru serupa aplikasi asisten Apple Siri yang diberi nama Google Now. Google Now ini merupakan salah satu bentuk perlawanan Google untuk bersaing dengan Apple Siri. Seperti apakah fitur Google Now?

Berbeda dengan Apple Siri atau Samsung S Voice, Google Now merupakan ekspansi dari layanan Google Search yang memiliki kemampuan cerdas dengan menambahkan aneka macam ‘card‘ atau kartu yang akan membantu pengguna untuk memantau cuaca, menunjukan lokasi dan rekomendasi tempat yang sebaiknya dikunjungi pengguna. Sistem ini mirip sebuah add-on atau plug-in yang dapat ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Apabila Siri menggunakan Wolfram Alpha sebagai 'otaknya', aplikasi Google Now ini akan memaksimalkan fungsi dari mesin pencari Google dalam menjawab dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna handset.

Seperti halnya Siri yang dapat menuntun pengemudi mobil untuk mendapatkan akses tercepat dan peta suatu wilayah, Google Now ini juga dapat melakukan hal yang sama dan menganjurkan pengemudi untuk melewati jalan lain ketika jalan yang akan dilaluinya sedang terjadi kemacetan. Menurut penjelasan Google yang dikutip oleh Forbes.com, Google Now ini memang sangat mirip dengan asisten pribadi asli pada umumnya.

Selain menggunakan mesin pencari Google, Google Now ini juga menggunakan satu produk yang bulan lalu telah diluncurkan Google yaitu Google Knowledge Graph.

Fitur canggih Google Now ini dapat diakses dari lockscreen atau melalui widget Google Search, kemudian pengguna akan disuguhi search bar sederhana yang siap untuk menerima pertanyaan atau perintah suara.

Pada awal kehadirannya, Google Now menghadirkan 10 card antara lain :

-Traffic, untuk membantu pengguna untuk mencapai tempat yang diinginkan, fungsinya mirip GPS.
-Public Transit, menghadirkan informasi tentang tempat transit kendaraan umum seperti terminal, halte bus dan lain sebagainya.
-Next Appointment, berfungsi seperti reminder yang akan mengingatkan pengguna terhadap janji yang dibuat serta menandai lokasi terkait di peta.
-Flights, menghadirkan informasi jadwal penerbangan.
-Sports, menghadirkan informasi up-to-date seputar dunia olahraga.
-Places, membantu pengguna menemukan restoran atau hotel disekitar tempat wisata yang dikunjungi serta menambahkan review mengenai tempat tersebut.
-Weather, menghadirkan informasi cuaca tempat tinggal pengguna.
-Translation, kamus online berbasis Google Translate.
-Currency, menghadirkan informasi mengenai kurs mata uang berbagai negara.
-Time at Home, menghadirkan informasi waktu saat pengguna berada di zona waktu lain.

 Seperti halnya Nexus 7 dan Jelly Bean, Google berencana merilis Google Now di bulan Juli 2012.

Sunday, 1 July 2012

Google Luncurkan Nexus 7 Tablet Android Jelly Bean Terbaru

Google kembali menggebrak dengan meluncurkan produk tablet Nexus 7 inci yang akan menjadi perangkat pertama menggunakan Android 4.1 Jelly Bean, dengan spesifikasi yang berkualitas dan layar HD resolusi 1280×800 HD display (216 ppi) dengan Back-lit IPS display dan Corning Glass yang tahan gores namun dengan harga yang cukup murah 199 USD atau sekitar 1.9 jutaan .



Tablet ini sudah dibekali sistem operasi Android Jelly Bean versi 4.1 terbaru yang menjanjikan performa lebih halus dan lebih cepat. Memori RAM Nexus 7 adalah 1 GB dan dilengkapi kapasitas penyimpanan 8 atau 16 GB. Lalu prosesornya pun sudah menggunakan NVIDIA Tegra 3 yang sudah merupakan prosesor Quad Core bahkan tablet ini juga sudah dilengkapi NFC. Batere Tablet ini pun cukup memadai dengan 4325 mAh yang bisa mengakomodasi 8 jam penggunaan. Tablet ini pun sudah dilengkapi oleh konektivitas Bluetooth dan micro USB. Tablet baru ini sekarang tersedia untuk pre-order langsung dari Google dan mulai pengiriman sekitar peluncuran Jelly Bean.

Nexus 7 terdengar seperti perangkat besar, dan diberi harga yang rendah, integrasi yang erat ke dalam Google Play Store dan spesifikasi mengesankan, perangkat ini bisa menjadi tablet Android paling sukses.

SPC P3, Tablet Lokal 9.7 Inci Dengan OS Android ICS

SPC baru-baru ini mengumumkan kehadiran tablet PC terbaru miliknya dengan nama SPC P3. Tablet ini hadir dengan desain  yang lebih ergonomis dan sudut back cover yang sedikit bulat. Tablet lokal ini dibekali dengan layar 9.7 inci dan berjalan dengan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

SPC P3 ditenagai dengan prosesor 1GHz, ARMv7 dengan dukungan memori flash 8GB+RAM 1GB DDR3 yang dikombinasikan dengan slot kartu microSD berkapasitas maksimal 32GB.

Untuk anda yang senang mengabadikan momen penting, SPC P3 telah dilengkapi dengan kamera beresolusi 5.0 megapiksel dibagian belakang dan kamera beresolusi  1.3 megapiksel dibagian depan. Selain itu, SPC P3 juga menyediakan audio player dan video player dengan kemampuan HD (1080p).

Untuk mengusir kebosanan, dalam tablet ini telah disediakan berbagai jenis game menarik seperti Angry Birds, Fruit Ninja, Cat vs Dog Free, dan Ninja Chicken. Pengguna juga bisa menambah koleksi game dan aplikasi dengan mengunduhnya melalui Google Play Store.

Untuk masalah baterai, SPC P3 telah didukung dengan baterai Lithium 6500 mAh. Tablet android lokal ini dijual dengan harga sekitar Rp 1,9 jutaan.